balebanjar.com

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
Home
Quote this article on your site

Moksa Adalah Pembebasan Atma dalam Agama Hindu

To create link towards this article on your website,
copy and paste the text below in your page.




Preview :

Moksa Adalah Pembebasan Atma dalam Agama Hindu
balebanjar.com - Wednesday, 08 September 2010

»  Go back to the article


mXcomment 1.0.9 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved

Kesadaran Pikiran

Intisari dari semua indria adalah pikiran;intisari dari pikiran adalah Buddhi; Intisari dari Buddhi adalah Ahamkara; dan esensi dari Ahamkara adalah sang Jiva (jiwa individu). Brahman atau Sudha Chaitanya adalah rahim, Yoni atau Adishtana dari segalanya. Ia adalah segalanya. (Sri Svami Sivananda)


 
Ia yang tidak mencintai pun tidak membenci, senantiasa hidup dalam kedamaian. ~anonymous~

 
Terberkatilah manusia yang meningkat pemikirannya, menjaga sebuah ideal dan berjuang keras untuk meningkatkan dirinya menuju idealnya itu. Sebab baginyalah "Kesadaran Tuhan" akan segera tercapai. ~ Sri Swami Sivananda Sarasvati ~

 
Ya Hyang Widhi yang menguasai ketiga dunia ini, Yang maha suci dan sumber segala kehidupan, sumber segala cahaya, semoga limpahkan pada budi nurani kami penerangan sinar cahayaMu yang maha suci. (Gayatri Mantram)

 
Atma dibersihkan dengan tapa brata, budhi dibersihkan dengan ilmu pengetahuan (widia), manah (pikiran) dibersihkan dengan kebenaran dan kejujuran yang disebut satya. ~ Dharmasastra V, 109 ~

 

Visitorcounter

Today4
Yesterday327
Week461
Month1205
All171841

Who's Online

We have 4 guests online

Polls

Infrastruktur apa yang masih sangat kurang di BALI ?
 

Renungan

Hanya tatkala batin heninglah kita bisa memahami apapun. Apabila saya hendak memahami seseorang, pikiran saya mesti heneng, tidak ngoceh, tidak berprasangka, tidak mempertontonkan tak terhitung banyaknya opini-opini dan pengalaman-pengalaman, sebab mereka menghalangi observasi dan pemahamahan. *J. Krishnamurti*