SEGERA dibutuhkan untuk posisi : KITCHEN DEPT 1 EXECUTIVE CHEF 2 CHEF 3 SOUS CHEF 4 CHEF DE PARTIE (HOT KITCHEN) 5 CHEF DE PARTIE (COLD KITCHEN) 6 CHEF DE PARTIE (PASTRY) 7 DEMI CHEF (HOT KITCHEN) 8 DEMI CHEF (COLD KITCHEN) 9 DEMI CHEF (PASTRY) 10 COOK (HOT KITCHEN) 11 COOK PANTRY 12 COOK PASTRY 13 COOK BUTCHER 14 COOK BAKER 15 JAPANESE COOK 16 COMMIS 1 17 COMMIS 2 18 COMMIS 3 19 KITCHEN ARTIST 20 KITCHEN CLEANER Last update: 05-06-2010 05:44
|
|
|
|
Desa sedang merupakan salah satu desa yang termasuk dalam wilayah kabupaten badung, kec. Abiansemal. Desa sedang merupakan daerah dataran rendah yang dengan ketinggian + 120 m diatas permukaan air laut dan luas wilayah 339 ha. Desa Sedang adalah daerah beriklim tropis yang cukup lembab dengan curah hujan 2000 s/d 3000 mm/thn temperatur rata-rata 18 C s/d 26 C. Lokasi Desa sedang terletak 10 km disebelah tenggara abiansemal dan 10 km kearah timur dari kantor bupati badung di sempidi. Desa sedang berbatasan dengan di sebelah utara Desa Mambal, Selatan Angantaka dan Barat Sibang. Sedangkan sebelah timur berbatasan dengan desa Kutri (Gianyar). Sejarah Desa Sedang Dalam babad Mengwi disebutkan bahwa lingkungan desa Sedang sabelunnya bernama desa Bhun diperintah oleh I Gusti Ngurah Bhun yang pada masa itu menjadi wilayah kekuasaan Kerajaan Mangupura. Kerajaan Mangupura yang sakarang dikenal dengan nama Mengwi, saat itu diperintah oleh Ida Cokorda Agung Mayun. Last update: 16-05-2010 12:29
|
|
| Wija ,Bhasma dan Wibhukti |
| By Ketut Oka,
on 10-04-2009 09:45
|
Views : 554 |
Favoured : 38 |
Published in : Hindu Dharma, Tatwa |
Agama bertitik tolak dari kepercayaan manusia kepada Tuhan. Bentuk-bentuk pelaksanaannya akan sesuai dengan isi dari kepercayaannya itu, Isi kepercayaannya itulah merupakan ajaran ketuhanannya. Ajaran ketuhanan itu dalam lontar-lontar di bali di sebut Çiwa-Tattwa. Çiwa adalah sebutan Tuhan Yang Maha Esa, yang sama dengan istilah Brahman dalam kitab Upanisad atau sama dengan Tat-Sat dalam Weda. Sedangkan kata Tattwa berarti hakekat. Jadi Çiwa-Tattwa berarti ajaran tentang hakekat Çiwa (Tuhan). Menurut Çiwa-Tattwa dinyatakan bahwa ada 2 aspek Çiwa, yaitu : 1. Aspeknya yang trancendent (mengatasi segala) 2. Aspeknya yang immanent (hadir dimana-mana) Dalam aspeknya yang trancendent beliau adalah Nirguna Brahma atau Parama-Çiwa, yang bersifat serba bukan atau serba tidak. Bukan ini bukan itu (na iti na iti), tak terpikirkan(acintya), tak dapat digambarkan (nirakhyatah), tak berpribadi (impersonal God), tak dapat dibatasi dan sebagainya. Sedangkan dalam aspeknya yang immanent, beliau adalah Saguna Brahma atau Cada Çiwa yang bersifat serba Ia. Ia ayah (sah Pitah) Ia Ibu (sah Natah), IA Saudara (sah Wanduh) dan sebagainya. Ia bersifat serba Maha, Mahapengasih, Mahabijaksana, Mahakarya dan sebagainya. Ia bisa hadir dan dihadirkan dimana-mana sesuai dengan keinginan pemujaNya(Istadewata), jadi beliau berpribadi(personal God). Last update: 04-01-2010 09:16
|
|
| Gender Dan Swadharma Warga Rumah Tangga Dalam Perspektif Agama Hindu |
| By Ketut Oka,
on 04-01-2010 08:54
|
Views : 632 |
Favoured : 39 |
Published in : Hindu Dharma, Tatwa |
Oleh : Ida Bagus Agung Pengantar. Manusia sejak lahir sudah dibuatkan identitas oleh orang tuanya. Sebagai contoh anak laki-laki diberi nama Kartono, sedangkan anak perempuan diberi nama Kartini. Melalui proses belajar manusia membedakan jenis kelamin laki-laki dan perempuan tidak hanya memandang dari aspek biologisnya saja, tetapi juga dikaitkan dengan tugas dan kewajiban (swadharma) atau fungsi dasarnya dan kesesuaian pekerjaannya. Dari proses belajar ini barangkali yang memunculkan teori “gender” yang dijadikan sebagai pijakan berpikir sehingga menjadi “ideologi gender.” Ideologi gender merupakan dasar berpikir yang membedakan dua jenis manusia berdasarkan “kepantasannya.” Melalui ideologi gender manusia menciptakan “kotak” untuk lakilaki dan “kotak” untuk perempuan sesuai dengan pengalaman yang diperolehnya. Ciri-ciri lakilaki dan perempuan “dikunci mati” oleh ideologi gender (A. Nunuk Prasetyo Murniati, 1993:4). Salah satu dampak negatif dari ideologi gender adalah terbentuknya budaya patriarkhi di mana kedudukan perempuan ditentukan lebih rendah daripada laki-laki atau dalam masyarakat terjadi dominasi laki-laki. Dalam keluarga kedudukan laki-laki lebih tinggi, suami lebih berkuasa, suami yang di depan sementara isteri di belakang saja. Budaya patriarkhi menjadi/memberi “warna” dari kehidupan sosial. Last update: 04-01-2010 09:36
|
|
| Moksa Adalah Pembebasan Atma dalam Agama Hindu |
| By Ketut Oka,
on 30-12-2009 09:51
|
Views : 772 |
Favoured : 40 |
Published in : Hindu Dharma, Tatwa |
Oleh : T.G. Putra Pengertian Moksa. Dalam agama Hindu kita percaya adanya Panca Srada yaitu lima keyakinan yang terdiri dari, Brahman, Atman, Karma Pala, Reinkarnasi, dan Moksa. Moksa berasal dari bahasa sansekreta dari akar kata "MUC" yang artinya bebas atau membebaskan. Moksa dapat juga disebut dengan Mukti artinya mencapai kebebasan jiwatman atau kebahagian rohani yang langgeng. Jagaditha dapat juga disebut dengan Bukti artinya membina kebahagiaan, kemakmuran kehidupan masyarakat dan negara. Jadi Moksa adalah suatu kepercayaan adanya kebebasan yaitu bersatunya antara atman dengan brahman. Kalau orang sudah mengalami moksa dia akan bebas dari ikatan keduniawian, bebas dari hukum karma dan bebas dari penjelmaan kembali (reinkarnasi) dan akan mengalami Sat, Cit, Ananda (kebenaran, kesadaran, kebahagian). Dalam kehidupan kita saat ini juga dapat untuk mencapai moksa yang disebut dengan Jiwan Mukti (Moksa semasih hidup), bukan berarti moksa hanya dapat dicapai dan dirasakan setelah meninggal dunia, dalam kehidupan sekarangpun kita dapat merasakan moksa yaitu kebebesan asal persyaratan2 moksa dilakukan, jadi kita mencapai moksa tidak menunggu waktu sampai meninggal. Last update: 30-12-2009 09:56
|
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 4 |