balebanjar.com

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
Balebanjar.com
Desa Sedang

By Ketut Oka, on 01-03-2010 12:32

Views : 14

Favoured : 3

Published in : Geografi dan Demografi, Pemerintahan


Desa sedang merupakan salah satu desa yang termasuk dalam wilayah kabupaten badung, kec. Abiansemal.  Desa sedang merupakan daerah dataran rendah yang dengan ketinggian + 120 m diatas permukaan air laut dan luas wilayah 339 ha. Desa Sedang adalah daerah beriklim tropis yang cukup lembab dengan curah hujan 2000 s/d 3000 mm/thn temperatur rata-rata 18 C s/d 26 C.

Lokasi Desa sedang terletak 10 km disebelah tenggara  abiansemal dan 10 km kearah timur dari kantor bupati badung di sempidi. Desa sedang berbatasan dengan di sebelah utara Desa Mambal, Selatan Angantaka dan Barat Sibang.  Sedangkan sebelah timur berbatasan dengan desa Kutri (Gianyar).

Sejarah Desa Sedang

Dalam babad Mengwi disebutkan bahwa lingkungan desa Sedang sabelunnya bernama desa Bhun diperintah oleh I Gusti Ngurah Bhun yang pada masa  itu menjadi wilayah kekuasaan Kerajaan Mangupura. Kerajaan Mangupura yang sakarang dikenal dengan nama Mengwi, saat itu diperintah oleh Ida Cokorda Agung Mayun.


Last update: 01-03-2010 13:48

User comments Quote this article in website Favoured Print Send to friend Save this to del.icio.us Related articles Read more...

PDF
 
Wija ,Bhasma dan Wibhukti

By Ketut Oka, on 10-04-2009 09:45

Views : 224

Favoured : 17

Published in : Hindu Dharma, Tatwa

Agama bertitik tolak dari kepercayaan manusia kepada Tuhan. Bentuk-bentuk pelaksanaannya akan sesuai dengan isi dari kepercayaannya itu, Isi kepercayaannya itulah merupakan ajaran ketuhanannya. Ajaran ketuhanan itu dalam lontar-lontar di bali di sebut Çiwa-Tattwa. Çiwa adalah sebutan Tuhan Yang Maha Esa, yang sama dengan istilah Brahman dalam kitab Upanisad atau sama dengan Tat-Sat dalam Weda. Sedangkan kata Tattwa berarti hakekat. Jadi Çiwa-Tattwa berarti ajaran tentang hakekat Çiwa (Tuhan).

Menurut Çiwa-Tattwa dinyatakan bahwa ada 2 aspek Çiwa, yaitu :
1. Aspeknya yang trancendent (mengatasi segala)
2. Aspeknya yang immanent (hadir dimana-mana)

Dalam aspeknya yang trancendent beliau adalah Nirguna Brahma atau Parama-Çiwa, yang bersifat serba bukan atau serba tidak. Bukan ini bukan itu (na iti na iti), tak terpikirkan(acintya), tak dapat digambarkan (nirakhyatah), tak berpribadi (impersonal God), tak dapat dibatasi dan sebagainya. Sedangkan dalam aspeknya yang immanent, beliau adalah Saguna Brahma atau Cada Çiwa yang bersifat serba Ia. Ia ayah (sah Pitah) Ia Ibu (sah Natah), IA Saudara (sah Wanduh) dan sebagainya. Ia bersifat serba Maha, Mahapengasih, Mahabijaksana, Mahakarya dan sebagainya. Ia bisa hadir dan dihadirkan dimana-mana sesuai dengan keinginan pemujaNya(Istadewata), jadi beliau berpribadi(personal God).

Last update: 04-01-2010 09:16

User comments Quote this article in website Favoured Print Send to friend Save this to del.icio.us Related articles Read more...

PDF
 
Gender Dan Swadharma Warga Rumah Tangga Dalam Perspektif Agama Hindu

By Ketut Oka, on 04-01-2010 08:54

Views : 172

Favoured : 15

Published in : Hindu Dharma, Tatwa

Oleh : Ida Bagus Agung

Pengantar.

Manusia sejak lahir sudah dibuatkan identitas oleh orang tuanya. Sebagai contoh anak laki-laki diberi nama Kartono, sedangkan anak perempuan diberi nama Kartini. Melalui proses belajar manusia membedakan jenis kelamin laki-laki dan perempuan tidak hanya memandang dari aspek biologisnya saja, tetapi juga dikaitkan dengan tugas dan kewajiban (swadharma) atau fungsi dasarnya dan kesesuaian pekerjaannya. Dari proses belajar ini barangkali yang memunculkan teori “gender” yang dijadikan sebagai pijakan berpikir sehingga menjadi “ideologi gender.” Ideologi gender merupakan dasar berpikir yang membedakan dua jenis manusia berdasarkan “kepantasannya.” Melalui ideologi gender manusia menciptakan “kotak” untuk lakilaki dan “kotak” untuk perempuan sesuai dengan pengalaman yang diperolehnya. Ciri-ciri  lakilaki dan perempuan “dikunci mati” oleh ideologi gender (A. Nunuk Prasetyo Murniati, 1993:4).

Salah satu dampak negatif dari ideologi gender adalah terbentuknya budaya patriarkhi di mana kedudukan perempuan ditentukan lebih rendah daripada laki-laki atau dalam masyarakat terjadi dominasi laki-laki. Dalam keluarga kedudukan laki-laki lebih tinggi, suami lebih berkuasa, suami yang di depan sementara isteri di belakang saja. Budaya patriarkhi menjadi/memberi “warna” dari kehidupan sosial.

Last update: 04-01-2010 09:36

Keywords : Keluarga Hindu, Tatwa, Gender
User comments Quote this article in website Favoured Print Send to friend Save this to del.icio.us Related articles Read more...

PDF
 
Moksa Adalah Pembebasan Atma dalam Agama Hindu

By Ketut Oka, on 30-12-2009 09:51

Views : 198

Favoured : 19

Published in : Hindu Dharma, Tatwa

Oleh : T.G. Putra
Pengertian Moksa.

Dalam agama Hindu kita percaya adanya Panca Srada yaitu lima keyakinan yang terdiri dari, Brahman, Atman, Karma Pala, Reinkarnasi, dan Moksa. Moksa berasal dari bahasa sansekreta dari akar kata "MUC" yang artinya bebas atau membebaskan. Moksa dapat juga disebut dengan Mukti artinya mencapai kebebasan jiwatman atau kebahagian rohani yang langgeng. Jagaditha dapat juga disebut dengan Bukti artinya membina kebahagiaan, kemakmuran kehidupan masyarakat dan negara.

Jadi Moksa adalah suatu kepercayaan adanya kebebasan yaitu bersatunya antara atman dengan brahman. Kalau orang sudah mengalami moksa dia akan bebas dari ikatan keduniawian, bebas dari hukum karma dan bebas dari penjelmaan kembali (reinkarnasi) dan akan mengalami Sat, Cit, Ananda (kebenaran, kesadaran, kebahagian).

Dalam kehidupan kita saat ini juga dapat untuk mencapai moksa yang disebut dengan Jiwan Mukti (Moksa semasih hidup), bukan berarti moksa hanya dapat dicapai dan dirasakan setelah meninggal dunia, dalam kehidupan sekarangpun kita dapat merasakan moksa yaitu kebebesan asal persyaratan2 moksa dilakukan, jadi kita mencapai moksa tidak menunggu waktu sampai meninggal.

Last update: 30-12-2009 09:56

Keywords : T.G. Putra, Moksa, Tatwa
User comments Quote this article in website Favoured Print Send to friend Save this to del.icio.us Related articles Read more...

PDF
 
Reinkarnasi

By Ketut Oka, on 29-12-2009 14:00

Views : 161

Favoured : 20

Published in : Hindu Dharma, Tatwa

Penulis : T.G. Putra

Reinkarnasi sama artinya dengan Punarbawa atau Samsara. Punarbawa berasal dari bahasa sansekerta dari kata Punar yang artinya kembali dan Bawa yang artinya lahir. Jadi Punarbawa adalah suatu kepercayaan tentang kelahiran yang berulang ulang atau suatu proses kelahiran yang biasa disebut dengan penitisan, reincarnatie atau samsara.

Kalau ada kelahiran berulang ulang berarti ada kematian yang berulang ulang atau hidup yang berulang ulang. Memang kedengarannya aneh tetapi nyata, kelahiran dapat terjadi berulang ulang beberapa kali tanpa batas.

Didalam Bhagawad Gita Krisna mengatakan : Wahai Arjuna, Kamu dan Aku telah lahir berulang ulang sebelum ini, hanya aku yang tahu sedangkan kamu tidak, kelahiran sudah tentu akan diikuti oleh kematian dan kematian akan diikuti oleh kelahiran.

Melalui Atman sebagai percikan Brahman, makluk dapat menikmati kehidupan.Akibat Atman maka ada kehidupan didunia ini dan Atman dalam proses menghidupkan akan ber pindah pindah dan berulang ulang dengan menggunakan badan yang berbeda beda melalui Reinkarnasi (punarbawa/samsara) yaitu penjelmaan kembali sebagai makluk.

Last update: 29-12-2009 14:04

Keywords : Reinkarnasi, T.G. Putra, Hindu, Tatwa
User comments Quote this article in website Favoured Print Send to friend Save this to del.icio.us Related articles Read more...

PDF
 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 4

Kesadaran Pikiran

Intisari dari semua indria adalah pikiran;intisari dari pikiran adalah Buddhi; Intisari dari Buddhi adalah Ahamkara; dan esensi dari Ahamkara adalah sang Jiva (jiwa individu). Brahman atau Sudha Chaitanya adalah rahim, Yoni atau Adishtana dari segalanya. Ia adalah segalanya. (Sri Svami Sivananda)


 
Ia yang tidak mencintai pun tidak membenci, senantiasa hidup dalam kedamaian. ~anonymous~

 
Terberkatilah manusia yang meningkat pemikirannya, menjaga sebuah ideal dan berjuang keras untuk meningkatkan dirinya menuju idealnya itu. Sebab baginyalah "Kesadaran Tuhan" akan segera tercapai. ~ Sri Swami Sivananda Sarasvati ~

 
Ya Hyang Widhi yang menguasai ketiga dunia ini, Yang maha suci dan sumber segala kehidupan, sumber segala cahaya, semoga limpahkan pada budi nurani kami penerangan sinar cahayaMu yang maha suci. (Gayatri Mantram)

 
Atma dibersihkan dengan tapa brata, budhi dibersihkan dengan ilmu pengetahuan (widia), manah (pikiran) dibersihkan dengan kebenaran dan kejujuran yang disebut satya. ~ Dharmasastra V, 109 ~

 

Visitorcounter

Today76
Yesterday108
Week288
Month1142
All146234

Who's Online

We have 5 guests online

Login Form

JoomlaWatch Stats 1.2.9 by Matej Koval

Polls

Infrastruktur apa yang masih sangat kurang di BALI ?
 

Renungan

Karmany evadhikaras te ma phalesu kadacana, ma karma-phala-hetur bhur ma te sango 'stv akamani.
artinya : Berbuatlah hanya demi kewajibanmu, bukan hasil perbuatan itu (yang kau pikirkan), jangan sekali kali pahala jadi motifmu dalam bekerja, jangan  pula hanya berdiam diri tanpa kerja.
Bhagawad Gita II.47
<bgsound src='/music/gamelanbali.mid' loop='infinite'>