 |
|
"Wahai putra keluarga Bharata, serahkanlah dirimu kepada Beliau sepenuhnya. Atas karunia Beliau, engkau akan mencapai kedamaian rohani dan tempat tinggal kekal yang paling utama" (Bhagawad Gita 18.62) |
|
|
|
| |
 |
|
|
|
Om Swasti Astu, Bali untuk masa depan, bagaimana kita menyikapi wacana ini dalam kehidupan kita sehari- hari. Samakah Bali masa lalu, Bali masa kini dan Bali masa depan? Bagaimana perubahan yang akan terjadi, semua tergantung bagaimana kita melakoninya dalam melestarikan Bali. Beberapa peninggalan masa lalu sudah mulai punah di masa kini, apakah kita akan memusnahkan yang lainnya di masa mendatang? Babad sejarah memang selalu berubah sesuai jaman, namun ajaran kebenaran tidak akan pernah berubah sepanjang masa. Bagaimana dengan adat? Yang mana yang perlu kita lestarikan? Masih sesuai kah untuk kondisi Bali dimasa mendatang? Ini merupakan pemikiran untuk masyarakat Bali khususnya, dan pemerhati Bali dimana pun berada. Beberapa adat Bali dimasa kini sudah banyak mengalami perubahan, bagaimana dimasa depan? Masih adakah adat yang tersisa yang akan kita wariskan untuk keturunan kita? Bagaimana dengan hal lainnya selain adat? Selama hati kita tidak berubah... semuanya akan tetap lestari di masa mendatang, walau dalam wujud yang berbeda. Om Santi Santi Santi Om |
|
|
|
Kelihan |
|
Kunjungan Krama |
| Today | 12 | | Yesterday | 272 | | Week | 1168 | | Month | 3001 | | All | 92036 |
| | (C) Fliesenstadt | |
|
|
Home | News | Milis | Guestbook | Links | Pasang Iklan | Contact Us |
|
|
|
Welcome to the Balebanjar.com
|
Written by i nyoman purnaya
|
|
Sunday, 16 March 2008 |
|
NYEPI merupakan sebuah warisan budaya Hindu dari jaman kerajaan Majapahit yang sampai saat ini masih dilaksanakan oleh masyarakat Hindu di Bali dengan berbagai runutan acara ritual dalam penyambutannya. Menurut cerita dan penuturan dari orang tua serta pengetahuan dari sekolah dasar hingga duduk di bangku kuliah, saya mendapatkan pemahaman tentang makna Nyepi yang merupakan perayaan pergantian tahun Baru Caka. Sehari sebelum perhitungan tahun baru dimulai, masyarakat Hindu (pada jaman Kerajaan Majapahit) diwajibkan melakukan ‘Catur Tapa Bratha’ yaitu; Amati Geni – tidak menyalakan api, Amati Karya – tidak melakukan kegiatan atau pekerjaan, Amati Lelanguan – tidak membuat kegaduhan atau ribut, dan Amati Lelungaan – tidak melakukan perjalanan atau bepergian. Comments (0) |
|
Read more...
|
|
|
Written by Purnaya
|
|
Sunday, 30 December 2007 |
|
‘Ngidih olas de kanti paid bangkung’ (Minta tolong jangan sampai ketarik oleh induk babi betina), yang mengandung arti dan pesan; sebagai seorang lelaki Bali (baca; beragama Hindu) jangan sampai terpengaruh atau mengkuti keyakinan/agama pasangannya (pacar atau istri). Begitulah kira-kira istilah atau pesan yang sering didengar atau diucapkan oleh kalangan anak muda Bali yang berada di perantauan. Oleh mereka biasanya dipergunakan sebagai bahan guyonan ataupun peringatan kepada teman, sahabat atau siapapun yang berasal dari Bali.
Sebelum populer di luar Bali, istilah ini sudah berlaku bagi seorang laki-laki yang ‘pekidih’ atau ’nyentana’ (laki-laki yang tinggal di rumah sang istri dan bertindak sebagai ahli waris). Atau sebagai bahan celaan bagi laki-laki yang terlalu nurut kepada pasangan atau istrinya.
Comments (1) |
|
Read more...
|
|
|
Written by I Wayan Tapa
|
|
Monday, 03 December 2007 |
|
Nglawang adalah suatu tradisi yang sudah ada dari jaman dahulu yang menjadi warisan budaya masa kini. Pelaksanaan nglawang tampaknya makin lama semakin jarang ditemui, terutama di daerah perkotaan. Namun di daerah pedesaan masih ada yang melaksanakannya walaupun tidak seperti masa lalu. Pertambahan penduduk pendatang terutama yang berbeda suku dan etnis dengan membawa budaya masing-masing memberikan pengaruh terhadap kemunduran tradisi ini.
Comments (0) |
|
Read more...
|
|
|
Written by Oka Ketut
|
|
Monday, 12 November 2007 |
|
Deepavali (or Diwali) is one of the most important sacred festivals in the ancient religious tradition of Sanatana Dharma. It is a sacred day that is celebrated with great enthusiasm and joy by Hindus throughout the world. Deepavali is observed to celebrate the return of Lord Sri Rama (a divine avatara, or incarnation, of God) to His capitol city of Ayodhya after being in exile for many years. Comments (0) |
|
Read more...
|
|
|
Written by Kelihan Banjar
|
|
Tuesday, 28 August 2007 |
|
Why do you worry? Of whom are afraid? Who can kill you? The soul is not born, therefore it cannot die, so have no fear of death.
This body is not yours, neither do you belong to it. This body is made up of fire, water, air, earth and sky. It will decompose into these forms. But the soul is indestrucable so whitch are you, body or soul?
Are you crying becouse you lost something? You didn’t bring anything with you when you come into this world, therefore you have lost nothing. Whatever material goods you have, you got from here. All the gifts you gave away, you gave here. God created all that you took or gave.
Comments (2) |
|
Read more...
|
|
|
Written by Kelihan Banjar
|
|
Friday, 24 August 2007 |
|
Agama Hindu ditandai dengan sifat rasional yang sangat kuat. Melalui jalan berliku dari harapan samar dan renunsiasi praktis, dogma-dogma ketat dan petualangan jiwa yang tidak mengenal takut, melalui empat atau lima melinium upaya-upaya tanpa henti dalam bidang menthapisik dan teologi para Maharesi Hindu telah mencoba untuk menangkap masalah-masalah terakhir dalam suatu kesetiaan kepada kebenaran dan perasaan atas kenyataan. Peradaban brahmanikal, terlatih menilai masalah-masalah tanpa emosi dan mendasarkan kesimpulan mereka atas pengalaman-pengalaman fundamental. Comments (0) |
|
Read more...
|
|
|
Written by Ida Bagus K. Sudiasa
|
|
Wednesday, 23 May 2007 |
|
Propinsi Bali adalah suatu daerah yang memiliki luas 5.632,86 km2 yang terbagi atas delapan kabupaten.Masing-masing kabupaten terbagi dalam kecamatan-kecamatan yang seluruhnya berjumlah 50 buah di dalamnya tercakup 546 buah desa dinas, sedangkan desa adatnya berjumlah 1456 buah yang terdiri dari 3627 banjar adat. Sedangkan secara geografis desa-desa di Bali dapat diklasifikasikan atas (1).desa pegunungan yang terdiri desa dataran dan desa pantai,(2)desa perkotaan yang terdiri dari desa pinggiran kota dan desa pedalaman,(3) desa nelayan yang terdiri dari desa pertanian dan desa kerajinan. Pulau yang luasnya hanya 0,29 persen dari keseluruhan wilayah daratan Indonesia, maskipun penduduknya hanya sekitar 3,4 juta jiwa Bali memiliki kekuatan yang tidak tersaingi oleh daerah-daerah di kawasan Indonesia timur lainnya (Kompas,9 Juli 2004).
Potensi dan kekuatan yang dimiliki oleh setiap kabupaten mendapat perioritas utama untuk dijadikan objek andalan untuk mendapatkan sumber devisa daerahnya.Seperti daerah-derah Kabupaten Badung yang terkenal dengan objek pariwisata pantai Kutanya dengan hiruk pikuk kehidupan malamnya dengan banyaknya berdiri hotel dari kelas yang berbintang maupun kelau melati Kota wilayah Denpasar juga memiliki objek andalan yang terkenal dengan pantai matahari terbitnya yaitu Sanur. Comments (0) |
|
Read more...
|
|
| | |
|
Home | News | Milis | Guestbook | Links | Pasang Iklan | Contact Us | | |